Tampilkan postingan dengan label Saky*Coretanku*. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saky*Coretanku*. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Februari 2017

Bukan seperti mie instan




Membuat mie instan sangatlah mudah,  mungkin jadi pilihan praktis ketika malas keluar rumah untuk membeli makanan sekedar pengganjal perut.  Mie instan dengan banyak varian rasa dan pengolahannya yang simpel jadi favorit banyak kalangan.  Mulai dari bos yang super sibuk sampe mahasiswa galau yang harus berhemat.  Mie Instan dengan kemasan simpel juga jadi favorit di perjalanan.  Emmm mendadak jadi kepengen makan mie instan goreng pake rawit.... 

Senin, 30 Januari 2017

Bersepeda Bikin Jatuh cinta




Hello Reader... 

Januari sebentar lagi berlalu huft waktu berlalu begitu cepat ya...  

Kemarin baru bilang kalau mau konsisten menulis lagi eh belum teralisasi.  Maafkan daku... Baiklah Aku mulai cerita keseruan minggu kemarin, hari minggu yang tidak biasa aku lakukan. Biasanya hari minggu kalau ditanya rencananya apa,  pasti jawabannya bangun siang.  Parah ya aku...  

Minggu kemarin mas pacar ngajak bersepeda ke Monas. Aku antusias banget dan merubah rencana untuk gak bangun siang lagi.  Beberapa bulan terakhir mas pacar hobby banget bersepeda dan rekor dia terjauh bersepeda sampai Sentul, Bogor bareng komunitasnya.  Gilaaa ya jauh banget.  

Rabu, 25 Juni 2014

Dear Kamu


Saat itu kamu hadir di saat aku kosong. Kosong bukan berarti sendiri tanpa dia. Dia tetap ada di antara aku dan kamu meski tak memberi warna di dalam hidupku. Mungkin warna-warni itu menjadi kelabu saat hubungan jarak jauh ini semakin lama. Kehampaan ini membuatku merasa kosong.

Kamu selalu ada di saat aku menginginkan teman untuk bercerita. Senyummu selalu menghiasi hariku kini. Kamu bahkan menyediakan bahumu untuk membiarkan aku bersandar sejenak. Setiap ku bercerita kamu menyimakku sambil sesekali mengomentari. Sejauh ini kamu menjadi laki-laki yang kukagumi. Kesabaranmu menghadapi aku, perhatianmu yang membuatku simpati dan ketulusanmu yang membuatku terlena.

Sayang, kamu bukan Dia.

Aku akan mengakhiri semuanya. Aku tak akan membiarkan hatiku terlalu terlena denganmu. Kamu bukanlah dia yang selama ini membuatku jatuh cinta sampai benar-benar jatuh. Aku tak mungkin membagi cinta ini untukmu juga.

Jumat, 25 Januari 2013

Tak Ingin Kuhalangi

sumber gamar di sini



Aku tahu kamu bukan orang yang ingin menjadi biasa-biasa saja. Mimpimu tinggi setinggi khayalanmu. Tanganmu terus melukiskan dunia, mulutmu selalu menceritakan keinginanmu dan otakmu selalu memikirkan upaya untuk itu. Itulah kamu yang luar biasa bersama mimpimu. 


Aku bukan gadis yang dibicarakan  mereka sebagai sosok penghalang untukmu, merampas kebahagiaan yang tersusun rapi dan bukan gadis yang membuatmu merasa bersalah karena telah mengabaikanku. 

Aku selalu mendukungmu, menyemangatimu dan selalu ada dibelakangmu untuk mengulurkan tangan saat kamu terjatuh. Aku akan terus mendampingimu. Aku tak akan merengek manja meminta ini itu. 

Aku juga mempunyai mimpi yang akan aku upayakan dengan sekuat tenagaku. Hingga nanti kita akan berjumpa di puncak dunia ini dengan tangan terbuka saling bergandengan dan terangkat ke atas. 

Aku dan kamu.... 

Rabu, 21 November 2012

Semakin Takut...




Selalu saja aku tak berani menyapamu lebih dulu. Terkadang aku berasa bodoh sendiri. Tapi keramahanmu itu yang membuatku semakin berani. Kamu selalu tersenyum dan menyapaku lebih dulu. Malu. Rasanya ingin cepat-cepat berlari kemudian mengintipnya. Ah mengapa saat itu aku benar-benar takut jika rasa suka itu berubah menjadi cinta. 

Aku berusaha menutupi semua rasa di dada ini dengan diam. 

Tapi nyatanya aku tak mampu untuk bungkam selamanya. Aku mengamatimu. Aku memahami kamu dari jauh. Rasanya kurang membuatku lega. 

Hingga akhirnya aku mulai menyapamu. Iya seharusnya aku yang lebih dulu menyapamu. Bukan kamu. 

Saat itu aku membiarkan setiap aliran listrik itu masuk menguasai tubuhku ini. Membiarkan perasaan ini bersemanyam di relung hati. Hingga akhirnya aku mengatakan  aku benar-benar jatuh cinta dengan gadis ini. Teman semasa dibangku SMA. 


Senin, 19 November 2012

Aku Atau Temanmu (Bukan Pilihan)

-->

Kini memang sudah berbeda. Aku dan kamu tak mungkin lagi seperti dulu. Aku di sini dan kamu di sana. Entah perasaan iri atau apa, aku terlalu tak suka kamu yang sekarang. Sering kali kamu melupakan aku saat bersama teman-temanmu. Sementara waktumu bersama teman-temanmu lebih banyak dibanding aku. Kamu bisa seharian bersama mereka. Sementara aku....

Kenapa sekali saja kamu nggak memperhatikan aku. Aku juga ingin seperti teman-temanmu. Meski aku jauh di sini, entah bagaimana caranya kamu juga harus memperhatikan aku. 

Ketika kamu menemukan mereka, kamu semakin terasa jauh denganku. Kamu mulai mengacuhkan aku. 

Kamis, 08 November 2012

Aku, Kamu dan Jarak

Sumber gambar di sini


Entah sejak kapan jarak itu membentangi aku dan kamu. Membatasi ruangan kita yang dulu terasa dekat. Kini aku sulit menggapaimu. Rentangan jarak ini benar-benar telah memisahkan kita
 Tak jarang jarak itu menciptakan kerinduaan yang tiada tara. Aku merindukanmu dan kuharap kamu merindukanku pula. Entah dimanapun kamu berada sekarang. 

Jarak...

Aku selalu berfikir itu hanya suatu renggangan karet yang suatu saat nanti akan kembali seperti semula. Terkadang pikiran lain terlintas, jarak adalah kesialan yang menimpa kita dengan  saling membiarkan satu sama lain  merindu tanpa kabar.  

Jarak....

Mungkin yang mengajariku untuk menghafal suaramu dari setiap telponmu...

Mungkin yang membuatku hafal untuk setiap langkahmu 

Selasa, 30 Oktober 2012

Miss You :(



Aku tak pernah bosan

Aku tak pernah mengeluh dengan rasa ini

Aku terus mengumpulkan secerca rasa ini hingga... entahlah seberapa banyak

Rasa ini kekal disebut "rindu"

Setiap detik aku merindukanmu....

Entah mulai kapan dan sampai kapan

"kamu yang kurindukan, entah dimana??"



Senin, 08 Oktober 2012

Senyummu itu

Dear Kamu

Rasa ini sungguh membara di dalam dada ini. Bergemuruh seperti lantunan ombak yang memecah karang. Aku tak bisa mengungkapkan detailnya seperti apa rasa ini. Aku hanya bisa menyimpannya rapat-rapat di dada. Aku tak ingin seorangpun tahu. Ini rahasia. Ingat ini rahasia aku, kamu dan Tuhan. Bahwa aku menyukaimu. Aku sangat mengagumimu dari senyummu yang ringan. Senyum yang menontonkan gigimu yang rapi berderet di mulutmu. Senyum yang membuat pipimu berdekik. Iya itu senyummu yang mampu membuatku berdebar. 

Aku memujimu dari senyummu lewat sepucuk surat ini. Tetapi aku tak berniat untuk memberi tahumu. Aku tetap akan menyimpan surat ini di laci meja belajarku. Iya ini hanya rahasia. 

Sabtu, 06 Oktober 2012

Kenali Dirimu...



"Kenapa kamu sangat sulit dimengerti?"
  
Kamu selalu saja berubah tiba-tiba mengatakan A kemudian mengatakan B lalu kamu mengatakan C. Sebegitu labilnya kamu sampai kamu tak tahu apa yang sebenarnya ada di benakmu. 

Sudah pernah kukatakan tolong kenali dirimu sebelum kamu mempercayai mulut-mulut orang lain yang belum tentu ada kebenarannya. 

Kamu terlalu lemah dan terlalu labil untuk menelan semua kata-kata dari mulut mereka.  

Rasa sakit, rasa kecewa, rasa kesal yang kamu rasakan saat ini ya tak lain karena kelabilan kamu sendiri yang selalu saja menelan mentah-mentah omongan mereka tanpa kamu mengenali keadaan. 

Pernah aku membiarkanmu kosong...

Lalu kamu membiarkan siapapun masuk untuk menemanimu... 

Sampai akhirnya kamu tak bisa membedakan mulut mana yang harus kamu dengar, semuanya bisa menguasai kekosonganmu....

Harus berapa banyak si aku mengingatkan kamu untuk tetap mendengarkan kata hatimu saja...

Lupakan gengsi...

Lupakan kenaifanmu...

Toh hanya aku dan kamu yang tahu...

Mereka tahu apa tentang kamu....


Pernah aku berada di titik dimana aku tak lagi mengenalimu....
Bahkan kamu sendiri tak bisa menebak dirimu sendiri...
Kenapa kamu selalu membiarkan semuanya menguasai hatimu...


Terserah kamu mau mempercayai siapa...

Aku hanya meminta tolong kenali dirimu...

Abaikan setiap mulut-mulut yang membicarakanmu...

Mereka bukan siapa-siapa...


Akupun tak memintamu untuk mendengarkan mulutku

Kamu tahu siapa aku

Apa perlu kamu mendengarkan mulut orang lain yang belum mengenaliku...

Sebegitu bodohnya kamu jika kamu lebih mendengar orang lain dibanding dirimu sendiri...

 
 Tenangkan dirimu

Tata hatimu lalu berpikirlah


 



 

Selasa, 02 Oktober 2012

Pernah


Pernah berjanji akan tua bersama dengan duduk berdampingan saling bergandengan tangan di taman dan melihat anak cucu saling bersenda-gurau. 

Tersenyum bersama meski gigi tak tampak lagi berderet. 

Saling mencubit mesra meski kulit mulai mengkriput seperti jeruk purut. 

Pernah berpikir jika bahagia itu sederhana, hanya saling menyayangi tanpa saling melukai. 

Sungguh hidup penuh misteri
Semua datang dan pergi dengan tiba-tiba
menebak dan saling mengukir janji itu biasa
Kadang terjadi dan kadang berlalu

Rabu, 26 September 2012

Merelakanmu



Aku tak akan lagi memintamu untuk peduli kepadaku. Biarkan rasa ini aku yang merasakan. Karena hanya aku yang tahu bagaimana bentuk rasa sakit yang menyayatku ini. Diamlah kamu di situ seperti yang kamu inginkan sejak dulu.
Mungkin ini saatnya aku merelakanmu pergi. Aku tak lagi meminta sedikitpun kamu melangkah mundur dan kembali ke arahku lagi. Karena aku tahu itu percuma. 
Aku tak akan menyakiti diriku lagi dengan perasaan yang tak mengikhlaskanmu pergi. Sesak. Pedih. Percuma.
Aku akan meluaskan hati ini agar aku bisa berjiwa besar. Merelakanmu pergi tanpa aku merengek dan meminta belas kasihmu. 

Hanya satu permintaan yang kuharap masih bisa kamu penuhi, “aku ingin kamu tahu jika aku sangat menyayangimu”. Hanya sesederhana itu aku memintamu mengingat hal yang bagiku sangat penting. Semoga kamu paham. Lalu pergilah. Aku telah merelakanmu pergi.

Minggu, 23 September 2012

Keping-keping Hati #2




# Sebagian hatiku ada di masa depan, sebagiannya lagi ada di masa lalu, kemudian aku bingung dimana aku akan meletakkan namamu. #

# Ingin rasanya melempar batu di wajahmu, biar kamu tahu bagaimana sakitnya merindukan kamu. #

# Aku ingin menjadi yang pertama dan terakhir di hatimu. Pinanglah aku dengan Bismillah. #

# Meski hati ini tak lagi milikmu. aku akan tetap menjaganya mungkin suatu saat nanti kamu ingin memilikinya lagi. #

# Tak usah risau meski tanpamu di sini, aku bisa menjaga hatiku untukmu. #

# Nanti kita akan merindukan saat aku mengambil gambarmu, dan kamu mengambil gambarku. Lalu kita tertawa bersama sambil saling mengejek. #

# Rindu yang tak tersampaikan akan berubah menjadi butiran air yang jatuh dari mata. #

# Merindukan candamu meski hanya bisa mendengar dan mengimajinasikan seolah-olah kamu ada di depanku. Itu cukup membuatku bahagia. #

# Menerima dan pasrah mungkin itu alasan yang bisa menguatkanku. #

# Berulang kali kamu bicara aku akan terus berpura-pura tak mendengar, karena itu tak adil untukku. #

# Aku berdoa semoga kamu tak menemukan diriku pada orang lain. Jika ingin mencari diriku datanglah kepadaku. #

# Aku akan menerimamu kembali jika kamu berjanji kembali lagi bukan untuk menyakitiku seperti yang sudah-sudah. #

# Entah berapa doa yang kutitipkan kepada Tuhan untuk hubungan kita, nanti kamu tahu jika aku yang harus kamu perjuangkan. #

Nanti Kita Akan Merindukannya


Setelah sekian lama kita tak lagi kita, tapi hanyalah sisa aku dan kamu saja nanti akan merindukan masa-masa itu. Saat aku dan kamu saling menggembirakan satu sama lain. Saat aku bercerita dan kamu menyimaknya dengan detail dan sesekali tersenyum mendengarkan cerita yang mungkin tak penting untuk diceritakan. Kembali tersenyum dengan kekonyolan yang aku dan kamu lakukan untuk memperpanjang waktu agar lebih lama bersama. 

Aku selalu menceritakan apa saja agar aku dan kamu tak saling diam dan akhirnya bosan. Sifat cerewetku saat itu memang membuat suasana diantara kita menjadi lebih akrab. Kita tak lagi malu-malu untuk menceritakan apa saja dan mungkin sekedar untuk berpendapat. 

Ketika itu kita sangat akrab dan bahkan sering tertawa bersamaan di tempat umum sampai semua mata tertuju  ke arah kita. Aku dan kamu tahu mereka saling berbisik dan membicarakan kita. Tapi kita seolah tak peduli dan menikmati kebersamaan  kita. 

Nanti kita akan merindukan dimana saat, aku melambaikan tangan dan tersenyum saat kamu beranjak pulang selepas mengobrol di rumah. Kamupun melampaikan tangan dan menawarkan” aku akan kembali lagi”.
Nanti kita akan merindukan saat-saat aku mengirimimu sejuta sms saat aku mulai khawatir dengan keberadaanmu, dan kamu hanya mengomel dan mengataiku “bawel” 

Rabu, 05 September 2012

Keping-keping Hati



# Suatu saat nanti aku pasti merasakan jatuh cinta lagi yang lebih dari ini. Tapi tetap pada satu orang yang sama. Itu kamu.
# Rinduku padamu hanya bisa ku simpan. Entah sampai kapan aku menyimpannya, hingga akhirnya kamu menyadarinya.
# Aku menyukaimu, tapi hanya dari jauh saja  bisa mengamatimu.
# Senang itu ketika tiba-tiba kamu menghubungiku. Setelah itu aku tak berhenti untuk tersenyum sambil menciumi Handphone.
# Aku tak pernah lelah meski kini kamu sudah tak peduli lagi denganku.
#Perasaanku tak pernah berubah untuk terus mengagumimu dan menyayangimu seperti dulu saat aku masih memilikimu.
# Aku terus menunggumu hingga kamu berubah pikiran untuk mendapatkan cintaku kembali.

Kamis, 31 Mei 2012

Blog Setahun Bagi-bagi Award



Seneng rasanya sekarang blog saya berulang tahun meski tanpa kue tanpa apapun tetap bahagia sehat dan setosa dan makin cute buat pemiliknya. Di perayaan hari penting untuk blog yang dibuat karena paksaan dosen informatika ternyata menjadi sesuatu yang tersesuatu dech. Setahun lalu saya super dudul dan gak ngerti sama sekali tentang blog dan buat apa sih punya blog. Sekarang si masih dikit-dikit gitu.    31 Mei 2011 saya membuat blog dan setelah itu tak pernah mengurusinya sama sekali bahkan saat itu masih menggunakan email Yahoo. Hati saya belum tersentuh apalagi tergugah untuk merawat blog. sepertinya saya saat itu menjadi makhluk terkejam karena membuat dan mengabaikan tanpa merasa bersalah. (emang gak salah) 

Saat liburan mendera tepatnya bulan Agustus 2011 saya tak sengaja iseng membuka blog dan ada satu teman yang aktif blog sejak januari 2011 nah saya membacanya dari awal postingan dia. ( Suci Nabbila

Ternyata blog itu menarik dan kita bisa menulis apa aja di sana tanpa harus malu tanpa ragu dan tanpa embel-embel apapun, mungkin gitu kali ya hahaha yang jelas tanpa buat sesaji. Nah mulai saat itu saya bangkit dari kubur dan mulai belajar menulis hingga bulan Agustus dan September postingannya over banget. terlalu napsu ngeblog si.  

Untuk perayaan blog yang terlahir karena paksaan ini saya akan memberikan Award untuk cewek kenapa cewek doang karena saya suka cewek.# plak. Lebih tepatnya saya memang terinspirasi dari blog tersebut secara saya itu cewek tulen tanpa operasi. Meski blog saya lahir dengan terpaksa tetapi saya mengurusnya dengan tulus dan gugahan hati terdalam yang paling dalam yang tak dapat dijangkau oleh apapun. Akhirnya saya jatuh cinta sama ini Blog dan tak mau lepas dari blog. Judulnya Terlanjur Cinta.

Mengapa Kiky memberikan Award?

Selasa, 29 Mei 2012

Andai Kamu Tahu...


Apa aku tak pantas untuk kamu perkenalkan di depan teman-temanmu, teman-temanku juga lebih tepatnya. Aku di antara mereka memang sangat tersisih. Mengapa kamu melakukan hal yang sama juga untukku. Meski kamu sudah melakukan hal yang tak pernah kuduga sebelumnya. Kamu menyatakan jatuh cinta padaku. Saat itu aku seperti mimpi. Ya mimpi di siang bolong. Ada seorang pria menyukaiku. Padahal teman-teman di sekelilingku saja tak pernah menganggapku sebagai teman. Tuhan, salahkah aku???

Aku pikir setelah kamu menyatakan suka kepadaku, dunia akan berbeda tak seperti dulu aku yang  selalu sendiri. Ya setidaknya ada kamu yang menemaniku. Tetapi semua dugaanku salah. Kamu masih seperti mereka yang terlalu cuek terhadapku.  Seolah kamu menjadi orang lain untukku, padahal jika tanpa mereka kamu selalu lembut kepadaku. Kamu sosok yang menyenangkan saat tak ada mereka. Mengapa harus begitu, kasih???


 

Journey of Life Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang