Tampilkan postingan dengan label Saky*Puisi*. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saky*Puisi*. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 November 2012

Aku, Kamu dan Jarak

Sumber gambar di sini


Entah sejak kapan jarak itu membentangi aku dan kamu. Membatasi ruangan kita yang dulu terasa dekat. Kini aku sulit menggapaimu. Rentangan jarak ini benar-benar telah memisahkan kita
 Tak jarang jarak itu menciptakan kerinduaan yang tiada tara. Aku merindukanmu dan kuharap kamu merindukanku pula. Entah dimanapun kamu berada sekarang. 

Jarak...

Aku selalu berfikir itu hanya suatu renggangan karet yang suatu saat nanti akan kembali seperti semula. Terkadang pikiran lain terlintas, jarak adalah kesialan yang menimpa kita dengan  saling membiarkan satu sama lain  merindu tanpa kabar.  

Jarak....

Mungkin yang mengajariku untuk menghafal suaramu dari setiap telponmu...

Mungkin yang membuatku hafal untuk setiap langkahmu 

Sabtu, 06 Oktober 2012

Kuserahkan KepadaMu


Nanti akan tiba saatnya aku menemukan jawabnya

Sabar dan terus berdoa kepadaMu

Aku yakin Engkau tak akan mengecewakanku

Aku tak akan mempertanyakan kasihMu lagi

Engkau yang tahu mana yang terbaik untukku

Upaya telah kuusahakan

Aku hanya menunggu dan menanti takdirMu

Aku paham takdir itu bisa diubah dengan usaha dan doa...

Aku akan lakukan yang bisa kulalukan

Semua kembali kepadaMu

Aku hanya insan yang lemah di mataMu

Bimbinglah aku untuk tetap bersabar...

Berikan aku kekuatan untuk menerima segala keputusan yang telah Engkau takdirkan untukku...

Aku tak akan meminta lebih dariMu

Aku hanya menginginkan dia yang biasa saja

Mampu nenuntunku ke jalanMu

Menegurku saat aku lalai akan Engkau dan mengarahku dengan penuh kesabarannya

Aku ingin dia menjadi pemimpin yang bijak

Mampu menciptakan kebahagian dunia dan akhirat

Meski dengan kesederhanaan

Pertemukan kami dengan jalan yang baik Tuhan...

Kemudian satukan kami dengan ikatan suci...

Lalu ridhoilah segala jalan yang kami lalui bersama keluarga kecil kami nanti...

 Bimbinglah kami agar tetap di jalan lurusMu...

Amin Ya Robal Alamin...


Lalu Aku Hanya Bisa Menunggu


"Sampai kapan"

"Berapa lama lagi"

"Apa nanti dia akan menjemputku di sini"

"Apakah nanti dia masih sendiri saat mengampiriku nanti"

"Datang untuk meminta maaf lalu membuatku tertawa atau datang untuk meminta maaf dan membuatku menangis" 

"Ingatkah dia akan janjinya atau dia melupakan semua janjinya"

"Tersenyum ataukah dia membiarkan mulutnya bungkam"

"Kemudian datang dengan sepasang cincin ataukah hanya dengan sepucuk surat permohonan maaf"

" Datang kemudian memelukku ataukah untuk membelakangi aku lagi" 

Menunggu itu sebatas asa menanti jawab. Membiarkan diri ini berdiri di batas garis meski hujan membasahi, lalu panas mengeringkannya lagi. 

Menunggu itu saat kamu pergi dan tak ada kabar aku masih tetap berdiri untukmu.

Menunggu itu ketika masih ada harapan yang mengebu di dalam dada. 

Menunggu akan tetap abadi jika keyakinan  tak memudarkannya.

Menunggu akan indah jika diiringi keikhlasan.

Menunggu akan berkah jika itu demi kebaikan. 

Menunggu.....

Menunggu....

"Aku tak akan pernah tahu apa akhir dari menunggu ini"








Selasa, 02 Oktober 2012

Pernah


Pernah berjanji akan tua bersama dengan duduk berdampingan saling bergandengan tangan di taman dan melihat anak cucu saling bersenda-gurau. 

Tersenyum bersama meski gigi tak tampak lagi berderet. 

Saling mencubit mesra meski kulit mulai mengkriput seperti jeruk purut. 

Pernah berpikir jika bahagia itu sederhana, hanya saling menyayangi tanpa saling melukai. 

Sungguh hidup penuh misteri
Semua datang dan pergi dengan tiba-tiba
menebak dan saling mengukir janji itu biasa
Kadang terjadi dan kadang berlalu

Rabu, 26 September 2012

Menanti Rindu Menjamah Hatimu


Pernah ku tertatih lara

 Menorehkan luka yang tak mengering

Membiarkan hati yang disematkan sejenak di hatiku menghilang

Sirna. .

Pernah ku menangis di antara tawa

Lalu aku diam-diam berusaha berdiri kokoh

Tersenyum dan tertawa riang ditengah pilu

Membiarkan bayanganmu pergi

Meski relung terdalam menginginkan kau merinduku lagi

Harapan demi harapan timbul tenggelam di batas asa

Cinta yang kusematkan tak kau hiraukan

Selalu dada ini yang bergemuru merisaukan titik-titik kasih

Pernahkah kau sesekon saja merindukanku

Menginginkanku

Mengharapkan senyum terindahku

?????

Ijinkan aku menitipkan doa untuk Tuhanku

Menyampaikan kasih yang terhalang topan

Menyampaikan rindu yang terdampar

Jika aku di sini menanti rindu menjamah hatimu

Tertatih-tatih dengan derai airmata yang tak mengering









Minggu, 12 Februari 2012

Merindukanmu

Di sini aku baru merasakan betapa sangat kehilangan sosokmu di sisiku. Aku kehilangan sesuatu yang dulu mampu mengindahkan duniaku. Aku kehilangan kamu. Kehilangan ketidakadanya kamu di sisiku. Aku ingin semuanya seperti dulu, kamu selalu di sisiku, menemaniku.

Meski kini aku dan kamu berjauhan, ku masih tetap mencintai dan menyayangimu seperti kala kamu di sisiku. Terkadang aku selalu mengeluh dengan hubungan jarak jauh ini, bosan dan sering uring-uringan. Tapi aku tetap sanggup mengendalikan emosi sesaat itu. Aku tak bisa menyalahkan takdir yang kini memisahkan kita untuk sementara waktu. Aku sangat yakin dengan adanya kesabaran pasti Tuhan akan menyatukan kita di tempat yang sama. 

Kamis, 22 Desember 2011

Bila Hati Bicara Untuk Mama



Seuntai kata telah ku rajut untukmu, Mama
Inginku menjadi angin yang menyejukan dirimu...
Inginku menjadi selimut dikala kau menggigil...
Inginku terbang menjadi kupu-kupu tuk selalu menjagamu...

Mama, kau orang terdekat yang selalu mengerti aku, selalu memanjakan aku dengan segala kerewelanku. Mama, wanita yang sabar dan tegar dalam menghadapi pelik hidup yang dilalui...

Sejuta kata terima kasih kuucapkanmu, Mama....

Kamis, 17 November 2011

[Kemarin]



Senja kemarin aku masih duduk di batu itu
Berdua... hanya berdua saja denganmu
Menikmati mentari mulai singgah ditempat terakhirnya beredar
Kumenatapmu dengan sejuta rasa kasihku
Kau menggenggap erat jemariku hingga aku terhanyut
Kemarin kau begitu indah
Kau mampu menghipnotis seluruh ragaku hingga aku tak dapat berpaling
Kau memang perempuan tercantik yang pernah kumiliki
Sayang hanya kemarin kumampu memilikimu seutuhnya
Kini kau pergi dan tak kembali untuk menemaniku
Tuk menunggu senja di atas batu yang kini tak berpenghuni
Kuingin hari kemarin terulang kembali
Kuingin bersamamu
Dengan sejuta keindahan yang kau bawa untukku

Rabu, 16 November 2011

Izinkan Aku



Tuhan.....................
Izinkan aku untuk mencintainya...
Izinkan aku untuk selalu ada di sampingnya...
Izinkan aku untuk selalu setia menanti dia kembali di sisiku lagi...
Izinkan aku untuk selalu jadi teman hidupnya...
                       

Selasa, 15 November 2011

“Amarah “



Rasa yang telah mencabing-cabingkan hatiku kembali hadir
Kini dengan sejuta hujatan yang kian mencekikku
Aku tak lagi sanggup menahan amarahku
Aku tak mampu lagi membendung kemarahan yang semakin memuncak

Minggu, 25 September 2011

Mencintai Secara Sederhana



Aku ingin menyayangimu secara biasa, tanpa menghilangkan sedikit rasa kehormatan untukmu. Aku mencintaimu secara sederhana dengan keterbatasan yang kumiliki. Meski kisah cinta kita tak seelok romeo juliet kuselalu memperindahnya. Aku ingin mengasihimu dengan apa adanya. Tanpa menuntutmu itu dan ini. 

Kamis, 22 September 2011

Merindu Lagi



Kekasih adakah waktu, adakah ruang, adakah diriku menjengukmu dalam deru. Hanya rindu yang sanggup menahanku padamu, kudengar segala walau kebisingan ini mungkin melindaskan segala kenangan tapi tidak padamu.

Aku tersenyum padamu dalam mimpi menjelang subuh, malam telah terengkut oleh mentari dikala fajar. Belum sempat kumelihat balasan senyummu, embun telah membangunkanku. Terasa sesak dada ini. Ku ceritakan pada pagi dengan memeluk titipanmu dengan linang airmata yang merebah dipelipis mataku. Ku menahan rindu.

Selasa, 13 September 2011

Kau Selalu Menyayangiku



   Me and Mom


Apa yang kuinginkan kau selalu memenuhinya

Meski letih harus kau lalui

Kau tetap tersenyum

Kau selalu menyayangi dan mencintaiku

Sabtu, 10 September 2011

*Rintihan Hati*



Aku terpasung di sudut bumi
Berdua dengan sebatang lilin yang kian meredup
Kosong, Hampa, Hampar
Ingin ku berteriak
Meski angin membawanya pergi
Meski hujan menenggelamkannya

Kamis, 08 September 2011

“Aku, Hati dan Perih “



Aku terlalu lemah untuk mengawasi

Aku rapuh

Kasih itu telah menerkamku

Membungkusku dengan linang air mata

 

Journey of Life Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang