Sepertinya aku harus mengubur semua angan-anganku di masa
muda dulu. Semua keinginan itu tak akan terwujud lagi. Aku mulai membereskan
rak-rak buku yang memenuhi kantor kerjaku. Aku sudah bertahun-tahun bekerja
menjadi Sekretaris Direktur di perusahaan swasta di Jakarta. Orang bilang aku
tipe cewek yang selalu mengejar karier setinggi-tingginya tanpa mementingkan
cinta. Pernikahan. Mereka semua salah. Aku
ingin sekali menikah muda. Memiliki anak dan menjadi ibu rumah tangga.
“Del, elo tahun depan
udah kepala 3 lho. Masa lho nggak nikah si? Elo nggak takut apa?” Ucap Tika
teman sekantorku. Pertanyaan Tika dan beberapa orang disekitarku tak hanya
sekali dua kali mereka lontarkan. Sering. Bosan. Aku sangat bosan dengan
pertanyaan yang seakan-akan memojokkanku. Menganggapku
nggak laku. Mengolok-olok aku perawan tua.
Sering kali aku menangis. Bahkan aku menanyakan pada diriku
sendiri kapan aku akan menikah.




