Minggu, 08 Desember 2013

Saat Di Pantai Gunung Kidul Jogja

Hi, Sobat

Masih Perawan 



Buka-buka file foto jadi ingat kalau bulan Mei, 2013 lalu saya dan sebagian teman saya magang di Jojga. Senang dong berlama-lama di kota yang kaya budaya dan keindahan alamnya. Saya dan teman-teman saya benar-benar memanfaatkan hari minggu untuk berwisata. 

Minggu itu kami melakukan perjalanan menggunakan motor ke Gunung Kidul. Perjalanan kurang lebih 2 jam dari kota Jogja. Kami bela-belain duduk dengan pantat panas demi keindahan pantai yang ada dibalik gunung. Jadi tu ceritanya kami naik gunung dan turun gunung demi ke pantai. 

Menurut sumber si pantai di Gunung Kidul nggak kalah keren sama pantai di Pulau Bali. Penasaran tu ya dibilang begono. Kami jam 7 pagi sudah siap melancong ke Gunung Kidul. Bismillah... 

Perjalanan menuju Gunung Kidul lumayan ekstrim dengan jalan raya yang tidak terlalu lebar, menanjak, menurun dan tikungan tajam. Taulah ya jalan di gunung pasti melingkar. Tapi cukup menyenangkan dengan pemandangan yang hijau dan asri. Dingin. Udaranya seger banget.

Tiket cukup murah dengan banyak pantai.


Pantai Pok Tunggal 

Jumat, 06 Desember 2013

Perjalanan Cinta Saky "5 Tahun"


Hi, Readers 



Bang, kapan kita sama-sama?

Ingat tulisan tahun ke-3 di sini  jadi pengin nulis lagi setelah melewatkan tulisan tahun ke-4.

Alhamdulillah, 6 Desember 2013 ini Saya dan si Pacar genap 5 Tahun bersama. Nggak seutuhnya bersama-sama si, Saya dan Si pacar 1,5 tahun tanpa LDR dan 3,5 tahunnya kami menjalani LDR.




Setelah 5 tahun banyak suka dan duka yang kami lalui bersama. Tertawa, menangis, jenuh, bosan, jatuh cinta dan semua rasa campur aduk pernah kami rasakan bersama. 

Saya senang bisa bersama-sama dia sampai sejauh ini meski kami menjalani dengan jarak jauh. Yeaaahhhh, setelah 5 tahun apalagi didominasi hubungan jarak jauh  kami nggak adem ayem terus. Memang  saya dan si pacar tergolong pasangan yang jarang sekali berantem. Tetapi perjalanan kami tidak mulus. Banyak batu-batu kecil yang menghalangi perjalanan kami. 

Bagi saya masalah dalam suatu hubungan itu wajar misalnya dia mulai jenuh dengan saya atau saya jenuh dengan dia kemudian komunikasi jadi jarang, nggak lagi romantis, ada orang ketiga dan bla...bla...bla. Dari situ kami belajar bagaimana menyelesaikan masalah, bagaimana saling mengerti perasaan masing-masing yang masih labil, belajar saling memaafkan dan banyak sekali kami saling belajar. 

Saya tidak pernah mengingat satu kesalahan dia sampai berlarut-larut, sebisa mungkin saya melupakan kesalahan dia apalagi dia sudah berusaha  minta maaf untuk memperbaiki dan menyenangkan saya. 

Setelah 5 tahun ini, saya antara bahagia dan sedih. 

Rabu, 27 November 2013

Sop Ceker dan Bakwan Jagung Ala Chef Kiky

Sop ceker pertamaku :D



Hi, Blogger. 

Semoga teman-teman semua dalam keadaan sehat ya. Amien.

Saya sedang perbaikan gizi, soalnya akhir-akhir ini saya sering pusing mendadak dan itu ganggu banget. Mungkin karena pola makan gak teratur dan makanan fast food yang nggak sehat. Saya jadi semangat masak lagi, biasanya si malas banget masak. hihihi 

Mumpung free, saya mencoba masak sop ceker. Kata orang-orang SOP itu masakan paling gampang. Saya mau buktiin ah hehehehe. 

SOP Ceker Ala Chef Kiky 

Minggu, 24 November 2013

Efek Handphone dan Radiasinya :(

Sumber gambar di sini 


Hi, Blogger.

Kuliah saya kemarin membahas tentang Radiasi, saya jadi penasaran radiasi yang ditimbulkan handphone atau ponsel yang saat ini selalu berkeluaran dengan model dan aplikasi terbaru.

Liat saja saat ini ponsel semakin canggih aja. Kita sebagai konsumen berlomba-lomba mendapatkan ponsel keluaran terbaru dengan sejuta aplikasinya. Entah untuk bergaya atau memang sesuai kebutuhan yang mengharuskan eksis di sosmed hahahha...http://eemoticons.nethttp://eemoticons.net

Ponsel menjadi kebutuhan yang primer banget, nggak punya ponsel terbaru itu rasanya mau mati. Bahkan di sekitar saya satu teman memiliki lebih dari satu ponsel, satunya smartphone satunya lagi ponsel yang berbaterai awet alias ponsel jadul. 

"Kok Hpnya dua si???" 


"Yeee hari gini masa hp cuma satu si, kalau smartphone lagi lowbat kan berabe" 

"Biasalah smartphone buat chating dan satunya buat telp" 

"Iya dong pacar gue kan dua"

Bla...Bla...Bla...

Saya juga salah satu pengguna ponsel lebih dari satu dengan alasan mencari kartu perdana yang ngasih obrolan irit maklum anak kos dan doyan banget telp si pacar yang jauh dimato, tapi males lepas pasang kartu perdana. *modus 

Nggak munafik si saya memang nggak bisa hidup tanpa ponsel. Dari situ saya jadi penasaran efek radiasi dari ponsel itu sendiri. Saking penasarannya saya searching di youtobe.


Senin, 18 November 2013

Dia serius ke pelamina nggak si???



Pacaran tanpa memikirkan menikah sama saja kuliah tanpa memikirkan wisuda. Jelas akhir dari kuliah pastinya diwisuda, nah kalau pacaran apakah nantinya pasti di pelamina??? *nggak tentu


Lalu mengukur keseriusan laki-laki dengan pasangan yang belum menjadi istri bagaimana dong???

Bingung. Setiap orang pasti memiliki tolak ukur masing-masing. Ada tu teman saya, dia memang tidak mengenal pacaran jadi dia melihat keseriusan seorang laki-laki hanya dengan sebuah lamaran. Dia pasti beranggapan orang yang berpacaran dalam waktu lama dan si perempuan belum juga dilamar adalah sesuatu yang tidak serius. 

Random. 

Saya bukan masuk dalam standar itu. Saya tidak mengukur keseriusan laki-laki hanya dengan sebuah lamaran. 

Kita harus pandai membedakan laki-laki yang memang mau dan sudah mampu untuk meminang kita dengan laki-laki yang mau tapi belum mampu untuk meminang kita. 

Yeeeaaaahh, sebagian orang tidak membenarkan adanya pacaran, bagi mereka pacaran adalah sesuatu yang sia-sia dan berdosa. Jujur, saya tidak setuju dengan pendapat itu. Menurut saya tidak semua pacaran itu hal yang sia-sia dan menimbulkan dosa. Semua tetap kembali kepada individu yang menjalani. 

Perempuan dan laki-laki menjalin hubungan yang dinamai pacaran, coba deh jangan menjudge jika mereka itu hanya berbuat dosa, membuang waktu dan bla-bla-bla. Lihatlah sisi yang lain yang tidak pernah kalian tahu. Tidak semua pacaran berdampak dengan gagal menempuh pendidikan, prestasi menurun, hamil, moralnya hilang atau seks bebas. Tidak sedikit dari mereka yang berpacaran tetapi prestasinya meningkat, hidupnya lebih termotivasi, menjalin persahabatan, berbisnis bersama, dan hal positif lainnya.

Kita tidak boleh mejudge mereka dengan image jelek yang umumnya lebih dikenal masyarakat. Cobalah untuk berpositif thinking.

Balik lagi ke standar mengukur keseriusan pasangan kita. Banyak cara untuk mengukur apakah pasangan kita itu memang serius menjalani masa pacaran untuk menikah atau hanya menganggap pacaran hanyalah sebuah hiburan dan permainan. Hanya diri sendiri yang mampu mengukur. Saya mempunyai sedikit tips untuk mengetahui apakah si dia serius atau hanya main-main.

Bekicot....semoga dapat menepis keraguan para perempuan-perempuan.

 

Journey of Life Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang