Selasa, 07 Januari 2014

Holiday di Bali Akhir Tahun 2013

Hi, Guys Happy new year 2014 ya... 


Adek, Babe dan Me



Semoga kita semua semakin sukses dengan target-target yang kita inginkan, tetap semangat dan jangan gampang menyerah. 

Telat gak si baru cerita sekarang, akhir tahun kemarin saya dan juga keluarga berwisata ria ke pulau Dewata. Kebetulan keluarga sedang liburan, adek juga libur sekolah jadi sekeluarga wisata ke Bali dan bermacet-macet galau di jalan. Maklum gak naik pesawat biar menikmati perjalanan Jogja -Jawa Timur - Bali. 

Ini kedua kalinya saya ke Bali dan keluarga baru pertama kalinya jadi mereka merasakan perjalanan yang sangat lama dan hati penasaran hehehehe. 

Kami berangkat jam 9 pagi dari Purworejo kota kecil tercinta, dan tiba di ketapang jam 7 pagi. Sumpah ini perjalanan yang supergilaaa. Lammmmaaaaa banget. Wajar si karena kami sante, capek ya tidur di pom bensin hahahahha backpacker banget ya... 

wajah Kusut seharian di Jalan tetep oke :)


Saat itu kondisi jalan dari Jogja sampai Pelabuhan Ketapang macet soalnya bebarengan dengan wisata yang lain. Rupanya kemacetan gak berhenti di situ aja, perjalanan ke ketapang sampai di penginapan juga macet parah. Makin parah malahan. Bali untuk pertamanya dibuat jalan layang mengingat padatnya wisata domestik dan mancanegara tumpah ruah di Bali khususnya moment liburan dan natal tahun baru kayak saat itu.

Sumpah perjalanan yang melelahkan, tapi terbayar impas sama cuaca yang tercerah di Bali di bulan Desember dan pemandangan eksotisnya. 

Pagi Kedua,...

PANTAI SANUR

Pantai yang kudu dikunjungi saat di Bali tepatnya pas pagi buta, pantai terindah di pagi hari karena pantai ini menghadap timur cucok banget untuk menikmati sunrise. 

banyak kapal nelayan ya tapi peach dulu 


Dari segi pariwisata, Pantai Sanur mulai dikenalkan ke dunia internasional oleh A. J. Le Mayeur, seorang pelukis dari Belgia yang datang ke Bali pada tahun 1932. Melihat daya tarik Pantai Sanur yang sangat indah, maka Le Mayeur memutuskan untuk menetap di Sanur dengan mendirikan sanggar melukis. Le Mayeur kemudian menikah dengan gadis Bali bernama Ni Nyoman Pollok, seorang penari Legongyang terkenal dan merupakan salah satu model lukisannya. Melalui lukisan Le Mayeur, Pantai Sanur mulai dikenal oleh dunia internasional. Saat ini, sanggar lukis tersebut telah menjadi Museum Le Mayeur dan dapat dikunjungi oleh publik. Museum Le Mayeur berada dalam area wisata Pantai Sanur.


Sayangnya kami sekeluarga gak bisa tepat waktu jam 5.30 sampai Sanur. :( Kecewa banget jadi mengharuskan kembali lagi ke Bali. Semoga ada rejeki lagi tahun ini. Amien. 


TARI BARONG 


Pas dateng masih sepi 


Tari barong ini budaya tradisional asli Bali. Barong diperankan sama dua orang yang gerakan kakinya seirama semacam barong sai. Iyalah sama-sama barong. Tarian ini peninggalan pra hindu yang masih dilestarian masyarakat Bali. Bali memang tradisional dan budayanya masih dipelihara ketat biar gak hilang dari peradaban. Keren. Budaya jawa saja di tanah Bali tetap lestari masa di Jawa sendiri punah. 

Balik lagi ke tari barong yang fenomenal, Tari barong ini menceritakan perjuangan hewan berkaki empat semacam panda yang kekuatan magis dan dianggap menjadi pelindung. Barong sangat disakralkan atau disucikan umat hindu di Bali. 

Bapak cool banget :D


Selain tari barong ada menampilkan tari Bali dan musik gamelan. Penari Balinya masih sama saat saya ke Bali pertengahan 2009. Wow.... lama bener tu cewe jadi penari. 

Tari Barong dipertontonkan sehari sekali jam 10.30 - 11. 30 WITA dengan tiket 100 ribu/ kepala. 




TANJUNG BENOA 


Setelah nonton Tari Barong dan makan siang, kami sekeluarga langsung ke tanjung benoa yang lengkap permainan penguji adrenalin. 

Gerbang Tol di atas laut 

penampangnya begini 


Perjalanan Ke Tanjung Benoa kami melewati jalan tol baru yang berdiri di atas laut satu-satunya yang dimiliki di Indonesia. Jalan tol ini lumayan panjang dengan pemandangan yang Subhanallah bagus banget. 

jadi item-item seharian di pantai :(


Di Tanjung Benoa siapin mental dan duit yang okeh ya.... !!!!! 

Permainannya lengkap banget ada banana boat, snorkling, jetsky, parasailing, surfing dan naik prahu motor ke pulau penyu. Harganya mulai 50-200ribu. 

Ngasih makan Penyu

Pulau Penyu 


Naik parasailing saya gak punya nyali cukup, maen banana boat gak bawa ganti, jadi naik prahu ke pulau penyu sajalah. Perjalanan menggunakan prahu motor 30 menit dan pulang pergi 1 jam. Perjalannya pemandangan gak kalah indah sama perjalanan di atas jalan Tol atas laut. 

Kesederhanaan Hotel di Bali 


PANTAI PANDAWA 


Bukitnya di belah brooo

cerah banget ya makin beautipul


Setelah dari Tanjung Benoa kami mampir juga di pantai pandawa yang masih baru, rencana ke dreamland beach batal karena dapat recommend ke pantai pandawa ini. Pantainya ada di balik bukit kapur yang dibelah sama alat berat dari jepang. Coba saja di Jogja dibuat begitu pasti rame deh. 

Bukit kapurnya mirip sama yang di GWK keren banget.


Kenapa PANDAWA?


hampir sama di Gunung Kidul, Jogja si 

Salah atunya personil pandawa 

Ibu kelaperan tu.... 


Sebenarnya pantainya sama saja, pasir putih dan pemandangan yang memang indah, tetapi dusun kukuh memodifikasi dengan menambahkan patung-patung pandawa di bukit kapur itu dengan ukuran raksasa. 

Pantai ini juga berada di timur jadi pas buat liat sunrise.

Pesan yang bisa diambil, pulau lain juga harus sekreatif orang Bali. Memodifikasi alam dan mempromosikan menjadi tempat wisata. 


jadi gak bisa lepas dari kaca mata :p


PANTAI KUTA


Sebelum ke hotel, kami menyempatkan ke Pantai Kuta terkenal dengan sunset moment-nya. Kasusnya sama-sama menyesal, kami gak sempat menikmati sunset karena jalan menunju pantai supermacet. 

Taunya keluarga saya Pantai kuta itu gelap hahahahaha

Gang di Kuta itu seperti sebagian kecil kota di negara Barat yang lengkap fasilitas khas negara Barat. Apalagi saat itu suasana natal jadi saya merasa bukan di Bali tapi Amerika wkwkwkwkwk.. 

Pembaharuan budaya sangat jelas terlihat. Menarik si. 

Blusukan sore itu nggak terlupakan. 


Balik ke Hotel yang ada di Denpasar dan langsung tepar, menyiapkan tenaga buat esok hari. 

Pagi ketiga,...

Jam 8 Pagi kami sudah siap travelling lagi, dari kemarin hanya ngunjungi pantai dan pantai dan belum sempat beli oleh-oleh khas Bali. 

CENING AYU 

gak capek mba begitu terus...

patung selamat datang hehehe


Pusat oleh-oleh yang menyediakan makanan khas Bali kayak pie susu, kacang bali dan lain-lainnya. Cening ayu juga menyediakan aksesoris khas bali yang harga rupiahnya relatif mahal jadi gak beli wkwkwkwkwk...

SUKOWATI

Suka-suka tapi tetap hati-hati ini pesan orang Bali. Saya suka saat belanja di pasar seni Bali ini. Biasa cewe suka barang lucu tapi murah hahahha. Di Sukowati ini banyak banget lukisan, kain, mukena, baju, aksesoris, tas dan banyak bangetlah. Saya suka mukenanya dan tas pandannya. 

JOGER

Merek terkenal di Bali ini nggak pernah ada matinya. Dulu saya ke Joger yang ada di Kuta, kali ini saya ke Joger yang ada di jalan menuju Bedugul. Tempatnya lebih luas dan lengkap. Tapi anehnya antrinya masih sama saja. Menguji kesabaran banget. Milihnya cepet, antrinya buat males. 

Benar-benar perjuangan mengantri, beda di sukowati perjuangan menawar hahaha...


BEDUGUL 

Bedugul 

Adekku jutek ah jelek kalo gak senyum 




Wisata terakhir sebelum pulang, bedugul selalu menjadi alternatif pilihan terakhir saat di Bali. Tau kenapa??? 

Jadi bedugul ada di gunung dan semakin ke utara, sementara pantai-pantai ada di selatan untuk menghindari tabrakan arus disiasaati begitu. Jalur selatan untuk ke pusat wisata Bali dan jalur gunung (utara) untuk kembali Ke jawa, khusus pengguna Roda empat jurusan pelabuhan. 

Bedugul menjadi sumber air yang ada di Bali mengalir dari gunung ke daratan rendah sampai pantai. Maka itu orang Bali kiblatnya ke arah Utara. 

Udaranya sejuk banget dengan suhu rata-rata 16C cucok buat perkebunan seperti kol, tobat, paprika, strowberry, anggur, dan lainnya. 

Beli buah duyuuu


Kami gak sempat mampir di Pura Ulun Danu yang gambarnya nongkrong di rupiah warna biru. Parkiran sudah penuh saking padatnya wisatawan, jadi daripada menunggu kami ke bedugulnya saja sekalian makan siang dan sholat dhuhur. 

giliran lewat mulai longgar :(

Mukenanya gak mau kalah 


Pulang menuju pelabuhan Gilimanuk sekitar jam 4 Sore dan sampai di Gilikmanuk jam 6.30 sore tepat sunset. So sweet. 

Penyebrangan sangat antri dan kami menyebrang ke Ketapang jam 8 malam. Walaupun malam saya tetap di luar kapal. Mungkin saya mabuk laut kalau nggak liat air bergerak di bawah kami. Seperti dalam ayunan kalau di ruangan dalam kapal. 

So, narsis ria deh...

Masih cute kan? 


Kesan Bali, tetap nggak ada kapoknya. Tahun berikutnya naik Pesawat ah....


Bali kota yang sangat memelihara kebudayaan dengan tradisi-tradisinya dan konsidi alamnya bagaikan surga dunia. Bahkan orang luar negeri taunya Bali adalah suatu kenegaraan terpisah padahal masih INDONESIA kales....

Bangunan berseni tinggi macam tu 

Pintu khas rumah penduduk bali 8 langkah kaki petuah dusun

Wisata di Bali dikembangkan oleh masing-masing dusun dan pendapatan untuk warga dusun dan separohnya untuk pemerintah Bali. Dari peraturan itu membuat dusun yang ada di Bali berlomba-lomba mengembangkan objek wisata yang ada di dusun masing-masing dengan ketentuan dusun mandiri. Adil banget kan. 

Semoga bisa kembali ke Bali lagi.... 








Sumber :

4 komentar:

 

Journey of Life Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang