Jumat, 30 September 2011

Kencan Pertama Yang Tak Direncanakan




Entah mengapa aku suka buka-buka album foto aku dan si pacar jaman bahula. Lucu dan masih kecil-kecil hehehe


                                      2008

Gak nyangka aja kami dah berpacaran saat usia kami berdua masih belia banget. Yang penting dah merek anak SMA hahahaha ^^


Ini foto kami saat pertama kali berkencan. Mungkin belum pantas disebut kencan pasalnya semua dadakan. Awalnya kami berdua berencana mengerjakan tugas membuat soal dan jawaban Fisika. 



Gara-gara sahabatku yang menyuruh kami berdua segera ke pantai, kami cepat-cepat menuju pantai. Sebalnya, sahabatku itu dah pulang. Hasilnya aku dan si pacar mengerjakan Tugas di pendapa Pantai. PeDe banget. Gak peduli setiap mata tertuju padaku dan si pacar. 


Benar-benar tempat belajar terindah dalam hidupku. Deruan ombak sebagai lantunan musik. Indahnya pantai dan langit biru sebagai background. Nyaman banget.
Tetap belajar hanya sebentar saja, karena aku dan si pacar lebih tertarik mendekati pantai kala matahari telah bersembunyi dibalik awan. Aji mumpung gitu kali ya...

Bermain air dan bermain pasir. 



Kala itu aku dan si pacar masih sangat malu-malu karena baru Sebulan jadian. Masih canggung dan grogi. Benar-benar Kikuk.

Tetapi baru kali itu aku merasa nyaman jalan sama cowo. Si pacar sangat friendly, sehingga kami terlihat sedekat sahabat. Sejak saat itu aku merasa cocok jalan dengannya. Meski aku dan si pacar terlihat kakak adik atau anak kembar saat jalan berdua. Aku tetap nyaman. 



Tak ada orang yang tahu jika aku dan si pacar itu pasangan kekasih. Sedih. L
Kami sudah dikatakan sepasang kekasih semenjak kami kuliah ini. Baru beberapa bulan terakhir ini. Senengnya setengah mampus.....

Akhirnya publik mengetahui jika aku dan si pacar sepasang kekasih. Bukan twin atau kakak adik. Lega....

                                     2011

Entah mengapa aku merasa ngeh saat menjalin komitmen dengan si pacar. Dia sosok laki-laki (belum pantas dikatakan Pria hehehe) yang friendly, ngampang diajak diskusi, dapat mengerti aku dan segala yang aku idamkan ada pada dirinya. 

Aku bersyukur telah dipertemukan dia dengan embel-embel dia menyukai suaraku yang lucu. Aneh ya....Aku aja heran mengapa dia menelponku karena dia ngefans sama suaraku. Suaraku super cempreng.



Mengenang tentang kisah yang terlewat bersamanya sangatlah indah. Menyenangkan dan ingin terulang kembali.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Journey of Life Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang